Home berita Andalkan SARDEN, Tim SMAN 1 Matauli Raih Perak KIDE 2018 Taiwan

Andalkan SARDEN, Tim SMAN 1 Matauli Raih Perak KIDE 2018 Taiwan

395
0
SHARE
Andalkan SARDEN, Tim SMAN 1 Matauli Raih Perak KIDE 2018 Taiwan

Keterangan Gambar : TIM SARDEN. Sumber foto: dok

Mataulinews.com, - Tim-tim peneliti muda dari SMA Negeri 1 Matauli Pandan, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara terus mencatatkan namanya di kancah internasional. Paska meraih perak di SIIF (Seoul International Invention Fair) di kota Seoul, Korea Selatan pekan lalu, kini satu tim dari sekolah unggulan tersebut kembali meraih juara di  Taiwan.

Kepala SMA Negeri 1 Matauli Pandan, Murdianto mengungkapkan, ajang tersebut diselenggarakan di kota Kaohsiung yaitu KIDE 2018 (Kaohsiung International and Design Expo) pada tanggal 7 -9 Desember 2018.

“Dari Indonesia diwakili oleh 5 tim. SMA Negeri 1 Matauli Pandan adalah satu - satunya tim dari tingkat SMA, 4 tim lainnya yaitu dari UGM, Universitas Mercu Buana, Universitas Diponegoro, dan ITS. Walau pun SMA Negeri 1 Matauli Pandan hanya mengirimkan satu tim, tetapi tim ini berhasil meraih yang prestasi gemilang, yaitu meraih medali silver,” ungkap Murdianto kepada Mataulinews.com, Selasa (18/12).

Dikatakan, tim tersebut menamakan timnya dengan sebutan SARDEN TEAM, beranggotakan 5 orang peneliti belia yaitu, Tri Aprilman Telaumbanua kelas X  IPA 5 sebagai ketua Tim, Kevin Pasaribu kelas X IPA 5, Juan Manuel Hulu kelas X IPA 4, Irwan Setia Zega kelas X IPA 7) dan Tongam T. M Silaban kelas X IPA 7.

Ketua tim Tri Aprilman Telaumbanua menerangkan, nama SARDEN sendiri menurut mereka adalah kepanjangan dari Salacca Detterent Cancer sesuai dengan produk hasil penelitiannya.

Menurut dia, SARDEN merupakan minuman herbal yang dibuat dari biji dan kulit salak, manfaat dari SARDEN antara lain dapat mencegah pertumbuhan kanker prostat, menurunkan kadar gula darah serta kasiat yang lainnya.

Dia menyebut, selain mendapat penghargaan berupa medali silver berikut sertifikatnya dari panitia ajang KIDE 2018, pihaknya juga berhasil mendapatkan Special Award berupa Gold Medal dari Macao Innovation and Invention Association dan penghargaan Young Innovator Award dari President of Citizen Singapore.

“Kami sangat bersyukur bisa mendapatkan penghargaan ini, walaupun bukan medali emas tapi ini sudah membayar kerja keras kami sebagai pemula. Dan kami berterimakasih banyak kepada Pak Darmayanto sebagai guru pembimbing kami dan tentunya kepada guru-guru serta pihak-pihak yang telah ikut serta membantu kami dalam menyelesaikan penelitian kami ini,” kata Aprilman.

Sementar itu, pembimbing tim, Darmayanto mengatakan, dengan prestasi di ajang internasional tersebut, ia berharap para siswa lainnya dapat termotivasi untuk mengembangkan ide-ide cemerlang lainnya dalam menghasilkan karya dan meraih sukses sehingga menjadi kebanggaan orang tua.

“Institusi bahkan  juga mengharumkan bangsa dan negara di kancah internasional,” katanya.

Penulis             : Yohana
Redaktur          : Astri